Hajar Aswad, batu yang dikabarkan diturunkan dari surga itu awalnya mempunyai warna sangat putih, lebih putih dari susu. Lantas mengapa sampai di bumi warnanya hitam? Ternyata, karena dosa-dosa anak cucu Adam telah mengubahnya menjadi berwarna hitam.
Hajar Aswad adalah batu yang sangat keras yang berada pada salah satu sisi ka’bah yang kita disunnhakan untuk menciumnya jika mampu pada salah satu manasik haji dan umrah . Batu ini berwarna hitam karenanya dinamakan sebagai hajar yang berarti batu dan aswad yang berarti hitam.
Diberitakan oleh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam, dahulunya Hajar Aswad berwarna putih dan merupakan batu yang berasal dari surga. Lalu karena banyaknya dosa manusia menyebabkan batu tersebut menjadi berwarna hitam.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam menjelaskan, beliau bersabda:
Dari Ibnu ‘Abbasradhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,“Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu.Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”.
Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi, dalam Raddul bala’bid du’a wadz dzikri was shadaqati wal istighfar, mengatakan bahwa dosa-dosa anak Adamlah yang mengusapnya dan menyebabkannya menjadi berwarna hitam. Dan sikap yang paling benar ialah membawa pemahaman hadis tersebut di atas pada makna hakikatnya. Sebab, secara naqli (nash) maupun aqli (akal), hal itu mungkin saja terjadi.










