Porostimur.com, Missouri – Dari perspektif psikologis, penyesalan dan idealisasi yang terus-menerus terhadap mantan kekasih sebenarnya hanyalah “tipuan” yang dimainkan oleh otak kita sendiri.
Profesor Madya Alicia M Walker, seorang sosiolog di Missouri State University (AS), sering bertemu orang-orang yang sudah menikah atau menjalin hubungan baru tetapi tetap terikat kenangan masa lalu. Bayangan mantan kekasih sering muncul kembali melalui lagu lama, notifikasi media sosial, atau saat gejolak emosi sedang tidak stabil.
“Banyak dari kita sering mengenang jalan yang tidak pernah kita pilih, merasakan kesedihan atas kebahagiaan yang hampir kita raih,” kata pakar Walker.
Menurutnya, fenomena ini berakar dari dua jebakan psikologis utama:
1. Efek Zeigarnik: Urusan yang Belum Selesai
Dalam psikologi, terdapat kecenderungan manusia untuk mengingat pengalaman yang menggantung atau belum lengkap dengan lebih jelas. Fenomena ini disebut efek Zeigarnik.
Jika suatu hubungan berakhir tiba-tiba tanpa perpisahan yang jelas (closure), otak secara otomatis akan “memutar ulang” rekaman lama untuk mencari jawaban. Anda tanpa sadar menjadi penulis skenario, menciptakan akhir alternatif yang lebih sempurna. Padahal, skenario indah tersebut hampir tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata.











