Mengenal La Sape di Kongo, Gengsi Tampil Bergaya di Tengah Kemiskinan

oleh -0 Dilihat

Porostimur.com, Kongo – Komunitas La Sape di Kongo belakangan viral menjadi perbincangan di media sosial. Komunitas ini dikenal karena pilihan hidupnya yang ekstrem, di mana mereka tampil bergaya meski hidup di tengah kemiskinan.

Bagaimana asal usul komunitas La Sape di Kongo?

Sebagaimana dilansir CNN, orang Kongo memang dikenal bangga dengan penampilan mereka, namun La Sape membawa seni berpenampilan menarik ke tingkat berikutnya.

La Sape merupakan singkatan dari Société des ambianceurs et des personnes elegantes atau Society of Atmosphere-setters and Elegant People.

Papa Wemba, penyanyi rumba Kongo yang terkenal necis, dikreditkan sebagai orang yang mempopulerkan tampilan sapeur. Dia mengatakan inspirasinya datang dari orang tuanya, yang pada 1960-an “selalu menyatukan dengan baik, selalu terlihat sangat cerdas.”

Baca Juga  SKAK Malut Tolak Rencana Utang Rp1 Triliun Pemprov Malut ke Bank DKI

Di tengah masyarakat Kongo, keluarga Sapeur diperlakukan layaknya selebriti. Pasalnya, mereka membawa harapan dan kegembiraan bagi komunitas yang telah dirusak oleh kekerasan dan konflik selama bertahun-tahun.

Menghabiskan uang untuk pipa hiasan dan kaus kaki sutra mungkin tampak sembrono di negara seperti Republik Kongo, di mana lebih dari 70 persen penduduknya hidup dalam kemiskinan.