Minta Bantuan China, Trump Dipermalukan karena Selat Hormuz

oleh -31 views
Direktur dan peneliti senior CSIS Gregory Poling mengatakan, dalam setahun terakhir sengketa perdagangan antara Washington dan Beijing telah memberi China kepercayaan diri lebih besar dalam menghadapi AS.

Namun, ia meragukan bahwa Beijing akan sepenuhnya bekerja sama dengan Washington dalam isu tersebut.

“Jelas jawabannya tidak. China memiliki penekanan berbeda dibandingkan AS,” tegasnya.

Iran Bukan Prioritas Utama Trump

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa isu perdagangan akan menjadi fokus utama dalam pertemuannya dengan Xi Jinping, bukan Iran.

Meski membuka kemungkinan pembicaraan soal Iran, ia menegaskan bahwa isu tersebut bukan prioritas utama.

“Sejujurnya, saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya, karena kita sangat mengendalikan Iran,” kata Trump.

Ia juga menggambarkan Xi sebagai sosok yang dekat dengannya dan optimistis pertemuan tersebut akan menghasilkan perkembangan positif.

“Saya pikir Anda akan melihat hal-hal baik akan terjadi,” ujarnya.

Peringatan Keras Soal Iran

Meski demikian, Trump tetap melontarkan peringatan keras terkait program nuklir Iran.

Baca Juga  Magister Ilmu Kelautan Unpatti Pertahankan Akreditasi Unggul Lima Tahun

“Kita akan membuat kesepakatan atau mereka akan dihancurkan. Dengan cara apa pun, kita menang,” katanya.

Terkait gencatan senjata yang sedang berlangsung, Trump menyebut akan mengevaluasi langkah selanjutnya dalam perjalanan menuju Beijing dan dalam waktu dekat.

“Kita akan melihat apa yang terjadi,” pungkasnya.

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.