Porostimur.com, Bobong – Nasib malang dialami Muhammad Alfatah. Ia dilahirkan Atresia Ani atau disebut lahir tanpa lubang anus.
Atresia ani atau anus imperforata adalah kelainan kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, penderita tidak dapat mengeluarkan tinja secara normal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan perkembangan saluran cerna janin saat usia kehamilan 5–7 minggu
Bayi tersebut lahir sudah tiga hari, sejak Kamis (26/5/2022) siang beberapa waktu lalu, berlokasi di Desa Meranti Jaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut).
Muhammad Alfatah merupakan anak ke 4 dari pasangan suami istri (Pasutri) Abdul Manaf (42 tahun) dan Mariati (40).
Abdul Manaf menceritakan, anaknya lahir di rumah miliknya, Kamis (26/5/2022). Saat itu, pasutri tersebut mengetahui bahwa bayi mereka tidak memiliki anus, usai dilahirkan.
Keesokan harinya, Jum’at (27/2/2022), keluarganya bersepakat untuk membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), agar dioperasi.
Namun, inisiatif itu tertunda lantaran tidak ada transportasi laut dari Taliabu ke Kota Kendari.
Kedua orang tua bayi pun langsung bergegas agar anaknya bisa dirawat di salah satu Klinik di Desa Wayo. Namun pihak Klinik merekomendasikan untuk dibawa ke RSUD Bobong.




