Muktar Adam Persoalkan Keputusan Panitia Seleksi Rektor Unkhair

oleh -139 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate, Provinsi Maluku Utara, Dr. Mukhtar Adam menyoal pengguguran dirinya sebagai calon rektor oleh panitia seleksi rektor. Mukhtar menilai alasan digugurkannya dirinya tidak rasional dan mengada-ada.

Melansir tandaseru.com Mukhtar menyatakan, sejak awal pendaftaran upaya pencekalan dan penzaliman terhadapnya sudah dilakukan panitia. Tujuannya adalah agar ia tidak diloloskan sebagai calon rektor.

“Waktu pendaftaran awal oknum panitia berupaya mengelabui dengan membentuk opini seolah-olah syarat kesehatan saya tidak terpenuhi untuk mendaftar dengan keterangan puskemas, yang dilakukan oleh Nurdin Muhammad. Walau setelah berdebat akhirnya tidak terbukti,” ungkap Mukhtar, Sabtu (1/5).

Pada sesi verifikasi, sambungnya, panitia dengan sengaja mencopot surat keterangan Rektor dari berkas dan tidak dimasukkan dalam verifikasi agar bisa masuk dalam berita acara rapat. Ini lalu dijadikan alasan oleh panitia untuk meminta pendapat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Link Banner

“Ini adalah bagian dari skenario panitia. Permufakatan jahat ini dijelaskan oleh anggota senat yang hadir dalam pertemuan tersebut ketika proses verifikasi surat keterangan tidak dimasukkan padahal surat keterangan sudah dimasukkan sejak awal. Tapi karena niat buruknya mereka lupa copot dari scan dan akhirnya muncul dalam rapat senat dan menjadi materi pembahasan,” beber Mukhtar.

Baca Juga  Kunker ke Malut, Pangdam Pattimura Kagumi Pesona Kesultanan Tidore

Ia menambahkan, panitia yang menerbitkan jadwal juga tidak jelas waktunya bergeser.

“Tidak jelas agenda ke Jakarta untuk konsultasi, apa yang dikonsultasikan dengan berkas yang belum diverifikasi? Semua itu terlihat dari upaya panitia untuk menjegal dalam proses pencalonan ini,” tegasnya.

“Permufakatan jahat ini makin merusak tatanan demokrasi dan independensi serta kejujuran dari panitia dalam menyelenggarakan pemilihan. Karena panitia pemilihan menjadi tim sukses dari salah satu calon dan aktif menyusun strategi pemilihan dan rapat-rapat tim sukses oleh panitia. Apa yang bisa diharapkan dari panitia yang sudah tidak jujur dan netral?” ujar Mukhtar.

Mukhtar menilai, demokrasi kampus merupakan sesuatu yang indah, penuh humanis dan keakraban karena lebih mengedepankan pikiran-pikiran cerdas para calon untuk menatap masa depan. Karena itu, sesi diskusi dan debat pikiran para calon mendapatkan porsi yang cukup untuk pengayaan gagasan setiap insan yang ingin mengabdikan tenaga dan pikirannya di institusi akademik.

Baca Juga  Menang 2-0, Joker FC Tampil Apik Saat Jamu IKA TEKNIK

“Berbeda dengan Unkhair, porsi mendiskusikan pikiran para calon hanya satu kali dalam visi misi. Yang banyak adalah anggota senat menegosiasikan jabatan. Ini budaya yang tidak baik sehingga rotasi kepemimpinan di Unkhair hanya dikuasai oleh kelompok tertentu yang menjabat dari jaman yayasan sampai saat ini tidak mau diganti-ganti. Ini bagian paling menghambat regenerasi kepemimpinan, padahal dalam setiap etape butuh orang berganti,” tandasnya.

Selain Mukhtar, panitia juga menggugurkan dua calon rektor lainnya, yakni Dr. Sutaryo dan Dr. Syamsul Somadayo. Keduanya berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Ketiga calon ini digugurkan dengan alasan yang sama, yakni disebut tidak memiliki pengalaman jabatan manajerial.

Baca Juga  Damkar wajib pertahankan ideologi Pancasila

(red/tsc)