Munadi Kilkoda: Perbuatan PT. Tekindo Membuang Ore ke Laut Tidak Bisa Dibiarkan

oleh -109 views
Link Banner

Porostimur com | Weda: Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda menilai pembuangan ore di tengah laut oleh PT Tekindo dilakukan secara sengaja.

“Saya mencurigai itu bukan yang pertama kali, tapi sudah dilakukan terus menerus sejak tambang nikel ini beroperasi,” ujar Munadi, Kamis (26/12/2019) via pesan WhatsApp.

Politisi milenial asal Partai NasDem ini menuturkn perbuatan PT. Tekindo telah mencemari dan merusak biota dan ekosistem laut yang hidup di Teluk Weda.

“Ini jelas pelanggaran terhadap UU 39/2009 Lingkungan Hidup, UU 27/2007 Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, juga Perda No 3/2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Maluku Utara,” bebernya.

“Dinas LH tidak boleh mendiamkan ini, segera beri sanksi tegas terhadap perbuatan yang disengaja tersebut,” sambung Muna

Baca Juga  Kubu ZADI-IMAM Kian Yakin Menang, Tapi Tetap Waspada Serangan Lawan

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara ini menjelaskan, kawasan pesisir Teluk Weda memiliki nilai ekologis yang tinggi, sehingga masuk dalam kategori Key Biodiversity Area (KBA)

“Itu dikenal di dunia internasional. Makanya perbuatan ini pasti sangat mengganggu keberadaan biota laut yang ada,” tukasnya.

Lebih jauh Munadi mengatakan, kawasan dimana pembuangan ore dilakukan, juga merupakan daerah tangkapan warga, jadi jelas bahwa keberadaan kapal-kapal tersebut telah membuat masyarakat kehilangan akses ke daerah tangkapan. Konsekuensinya nelayan harus berlayar makin jauh untuk menangkap ikan.

“Tekindo ini perusahan yang keterlaluan, bukan saja pembuangan ore di laut, tapi eksploitasi di darat telah mendatangkan bencana berupa banjir yang menimpa daerah transmigrasi maupun Lukulamo,” ujarnya.

Baca Juga  Bahas x-ray, Balai Karantina gelar coffee morning di Bandara Pattimura

“Bahkan beberapa kali ore terbawa melalui air sungai Akejira dan Kobe sampai ke kawasan perkebunan dan budidaya ikan yang dimiliki oleh warga di Woejerana. Bahkan sampai ke muara sungai Kobe yang menyebabkan kondisi bagian pesisir Sawai Itepo makin memprihatin,” lanjut Munadi.

Ia menambahkan, karena pelanggaran terhadap lingkungan telah dilakukan berulang-ulang oleh PT. Tekindo, maka harus ada sanksi kepada mereka termasuk sampai pada pencabutan izin AMDAL.

“Tidak boleh investasi yang tidak pro lingkungan ini dibiarkan bebas melakukan eksploitasi,” pungkas Kilkoda. (red)