Murad Ismail Kembali Tegaskan Tak Ada Pemindahan Ibukota Maluku Dalam Visinya

oleh -1 Dilihat

Pemindahan Ibukota Provinsi Maluku, dicanangkan Karel Albert Ralahalu saat menjadi Gubernur. Dimasa Said Assagaff pencanangan ini dibatalkan. Penolakan Assagaff  ini sempat menjadi isu kampanye Murad-Orno. Janji manis itu ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.

Setelah menang pilkada dan menjadi gubernur, Murad berpaling sikap. “Tidak ada pemindahan Ibukota Provinsi Maluku,” katanya.

Dia yang dulu menggebu-gebu, kini mulai membangun narasi pesimis. Kamis 29 Maret 2019, disela sela kunjungannya ke Kabupaten Maluku Tengah, Murad menyampaikan pernyataan pesimis saat ditanya Awak Media soal rencana pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku.

“Pemindahan Ibu Kota saya sudah ke Jakarta. Pemindahan Ibu Kota bukan hal yang kecil. Kita pindah Ibu Kota, kita Pindah Kapolda, Pangdam, Pinda Kejati, udah itu ga mudah,” kata Murad di Pendopo Bupati Maluku Tengah, jalan Pattimura, Kota Masohi waktu itu.

Murad bilang, pemindahan Ibu Kota adalah sesuatu yang berat untuk diwujudkan. Dia menjabarkan pemindahan Ibu Kota harus bebarengan dengan penyiapan Infrastruktur yang berimbas pada kesiapan anggaran yang cukup.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20

“Sangat tidak mudah. Kalau kita pindah saya suka sekali pindah Ibu Kota. Tapi kalau anggaran gimana. terus bikin Airport. Suatu Provinsi harus lengkap ada pelabuhanya segala macam,” jelasnya.