Murad Ismail Kembali Tegaskan Tak Ada Pemindahan Ibukota Maluku Dalam Visinya

oleh -3.353 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail kembali menegaskan tidak ada pemindahan ibukota Maluku ke Pulau Seram dalam visi-misi pemerintahan yang dipimpinnya.

Hal ini disampaikan Murad saat memberikan sambutan dalam acara pembagian bantuan sosial PPKM di pelataran Masjid Raya Al Fatah, Ambon, Senin (16/7/2021).

“Jadi saya membuat visi saya tidak ada yang aneh-aneh. Tidak ada pindah ibukota. Visi saya adalah Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan,” katanya.

Pernyataan yang sama juga pernah disampaikan sebelumnya oleh Murad, ketika dicegat wartawan saat hendak memasuki mobil dinasnya di Gedung Siwalima, usai mengikuti acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggarakan BNNP Maluku, pada 9 Juli 2019 silam.

Padahal dalam setiap kampanyenya pada tahun 2018 lalu, pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno, selalu menebar janji akan memindahkan Ibukota Provinsi ke Makariki.

Baca Juga  Sebut Mahasiswa Kaskadu, Gubernur Maluku Suruh Pukul Sampai T*i Keluar dari Pantat

Masih teringat jelas, pada Maret 2018 saat Murad-Orno berkampanye di Kabupaten Seram Bagian Barat. Dalam orasi politik di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Murad mengatakan “Banyak sahabat terbaik di Jakarta mulai dari Ketua DPR, MPR, DPD dan beberapa menteri. Saya kenal cukup baik, sehingga dapat meningkatkan APBD. Kita juga komitmen memekarkan kabupaten dan kota hingga 15, sehingga pembangunan merata seperti Papua, termasuk pemindahan Ibukota Provinsi ke Pulau Seram,” kata dia kala itu.

Pemindahan Ibukota Provinsi Maluku, dicanangkan Karel Albert Ralahalu saat menjadi Gubernur. Dimasa Said Assagaff pencanangan ini dibatalkan. Penolakan Assagaff  ini sempat menjadi isu kampanye Murad-Orno. Janji manis itu ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.

Setelah menang pilkada dan menjadi gubernur, Murad berpaling sikap. “Tidak ada pemindahan Ibukota Provinsi Maluku,” katanya.

Baca Juga  Dirlantas Polda Maluku Pimpin Vicon, Launching Program Keselamatan Bersama Korlantas Polri

Dia yang dulu menggebu-gebu, kini mulai membangun narasi pesimis. Kamis 29 Maret 2019, disela sela kunjungannya ke Kabupaten Maluku Tengah, Murad menyampaikan pernyataan pesimis saat ditanya Awak Media soal rencana pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku.

“Pemindahan Ibu Kota saya sudah ke Jakarta. Pemindahan Ibu Kota bukan hal yang kecil. Kita pindah Ibu Kota, kita Pindah Kapolda, Pangdam, Pinda Kejati, udah itu ga mudah,” kata Murad di Pendopo Bupati Maluku Tengah, jalan Pattimura, Kota Masohi waktu itu.

Murad bilang, pemindahan Ibu Kota adalah sesuatu yang berat untuk diwujudkan. Dia menjabarkan pemindahan Ibu Kota harus bebarengan dengan penyiapan Infrastruktur yang berimbas pada kesiapan anggaran yang cukup.

“Sangat tidak mudah. Kalau kita pindah saya suka sekali pindah Ibu Kota. Tapi kalau anggaran gimana. terus bikin Airport. Suatu Provinsi harus lengkap ada pelabuhanya segala macam,” jelasnya.

Baca Juga  Serangan Personal Terhadap Najwa Shihab, Bukti Rejim Jokowi Kian Kalap

Ketika diingatkan awak media bahwa pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku merupakan salah satu janji kampanyenya kala maju sebagai Cagub Maluku, Murad bilang… “Kita bisa janji tapi di Jakarta yang menentukan. Tidak semudah, tidak mudah bangat”.

Dua tahun berlalu sudah. Rencana pemindahan ibu kota dari Kota Ambon ke Pulau Seram perlahan memudar. Janji dari Gubernr dan Wagub kepada rakyat Maluku di masa kampanye itu hanyalah gincu.

Maka sudah menjadi tugas rakyat untuk mengingatkan dan menagih janji itu. Sebab menurut pepatah lama “janji adalah hutang, dan hutang harus dibayar. Jangan lapar bicara lain, kenyang bicara lain. 

https://youtube.com/shorts/qozamsA-SGA?feature=share

(tim)