Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail kembali menegaskan tidak ada pemindahan ibukota Maluku ke Pulau Seram dalam visi-misi pemerintahan yang dipimpinnya.
Hal ini disampaikan Murad saat memberikan sambutan dalam acara pembagian bantuan sosial PPKM di pelataran Masjid Raya Al Fatah, Ambon, Senin (16/7/2021).
“Jadi saya membuat visi saya tidak ada yang aneh-aneh. Tidak ada pindah ibukota. Visi saya adalah Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan,” katanya.
Pernyataan yang sama juga pernah disampaikan sebelumnya oleh Murad, ketika dicegat wartawan saat hendak memasuki mobil dinasnya di Gedung Siwalima, usai mengikuti acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggarakan BNNP Maluku, pada 9 Juli 2019 silam.
Padahal dalam setiap kampanyenya pada tahun 2018 lalu, pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno, selalu menebar janji akan memindahkan Ibukota Provinsi ke Makariki.
Masih teringat jelas, pada Maret 2018 saat Murad-Orno berkampanye di Kabupaten Seram Bagian Barat. Dalam orasi politik di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Murad mengatakan “Banyak sahabat terbaik di Jakarta mulai dari Ketua DPR, MPR, DPD dan beberapa menteri. Saya kenal cukup baik, sehingga dapat meningkatkan APBD. Kita juga komitmen memekarkan kabupaten dan kota hingga 15, sehingga pembangunan merata seperti Papua, termasuk pemindahan Ibukota Provinsi ke Pulau Seram,” kata dia kala itu.





