Kalimat bismillahirrahmanirrahim adalah bagian penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Ucapan ini tidak hanya menjadi pembuka berbagai aktivitas harian, tetapi juga mencerminkan keyakinan setiap langkah sebaiknya diawali dengan menyebut nama Allah SWT.
Namun, siapa nabi pertama yang menuliskan bismillahirrahmanirrahim? Ternyata, sejarahnya sudah sangat lama dan erat kaitannya dengan dakwah para nabi terdahulu.
Makna Kalimat Bismillahirrahmanirrahim
Secara harfiah, bismillahirrahmanirrahim berarti “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Dua nama Allah yang terkandung dalam lafaz ini, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim, mencerminkan kasih sayang-Nya yang luas dan tak terbatas.
Ar-Rahman menggambarkan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman maupun tidak. Sementara, Ar-Rahim lebih khusus menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan taat.
Dalam buku “Allah, Izinkan Kali ke Surga-Mu” karya Rudianto, disebutkan kalimat ini dapat menjadi pelindung dari niat buruk. Seseorang yang mengawali perbuatannya dengan menyebut nama Allah diyakini tidak akan memulai tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan.
Oleh karena itu, kalimat bismillah kerap menjadi pembuka aktivitas positif, bahkan digunakan sebagai pembuka setiap surat dalam Al-Qur’an, kecuali satu surat.











