Nasi Jum’at (Nasjum), Sedekah dan Tanggungjawab Sosial

oleh -59 views
Link Banner

Oleh: Hasby Yusuf, Pengurus Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Maluku Utara

JIKA anda shalat jumat di Masjid Almunawwar Ternate, maka saat imam mengucapkan salam maka anda akan dengar gemuruh suara anak-anak di lantai 2 dua masjid yang berlarian menuruni tangga masjid. Itu adalah jamaah anak anak, saya suka menyebut mereka sebagi “Fraksi Lantai 2” yang rebutan untuk mendapatkan nasi Jumat yang kami Pengurus Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Maluku Utara sediakan.

Bahkan tak jarang anak anak yang berebut Nasjum merusak bot makanan tetapi itulah adalah panorama yang harus dimaklumi. Bahkan terkadang riuhnya suara anak anak itulah membuat kami untuk terus semangat dan istiqamah menyediakan Nasi Jum’at.

Sejak kami gagas enam bulan yang lalu, program nasjum mendapatkan banyak atensi dari berbagai pihak dan berjalan dengan baik. Meskipun jumlah sumbangan nasi Jumat bervariasi setiap Jumat tetapi Alhamdulillah kami istiqamah untuk terus melayani jamaah Jumat.

Bahagia rasa bisa menyediakan makan setiap hari jumat untuk jamah masjid sebagai bagian dari pelaksanaan sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah memperbanyak sedekah pada hari Jum’at. Sabda Rasulullah ﷺ “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’. Nabi bersabda, ‘Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan’.” (Imam Asy Syafii)

Baca Juga  Catatan Hari Jadi Tidore: Dari Pertempuran Uclés Ke Revolusi Nuku

Ketika pandemi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan memenuhi makanan. Karena itu salah tujuan dari Nasi Jumat yang kami sediakan tak sekedar pengamalan sedekah tetapi juga tanggungjawab sosial kami pada umat dan masyarakat. Kata Rasulullah ﷺ “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani).

Dalam hal memberi makan, ada satu kisah menarik, suatu saat Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari & Muslim). Dari spirit kisah ini Nasi Jumat adalah salah satu amalan terbaik dalam Islam.

Baca Juga  Habib Saggaf dari Alkhairaat Hingga "Imamulumat"

Sebagai bagian dari sedekah, nasi jumat jelas memberikan pahala dan balasan kebaikan yang berlipat bagi siapa yang terlibat dalam kegiatan ini. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Mahamengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS Al Baqarah 254)

Baca Juga  Korban Kebakaran Sesalkan Kinerja Pemadam Kebakaran.

Dalam melaksanakan program Nasi Jum’at ini, ada banyak kendala tetapi berkat kesabaran kawan kawan yang terus melayani jamaah khususnya anak anak yang makin membludak program ini terus bertahan. Saya bangga pada kawan kawan pengurus MCMI yang setiap Jumat harus melatih jantung kesabaran agar tak copot saat menghadapi jamaah anak anak.

Saya seringkali perhatikan juga begitu banyak jamaah yang mengambil makan, entah mereka musafir, atau belum makan itu sungguh suatu kebahagiaan tersendiri karena bisa ikut berbagi bahagia dengan mereka.

Saya tentu berharap program ini terus berjalan dalam waktu yang lama. Memberi makan bagi mereka yang membutuhkan adalah sedekah terbaik. Barakallah. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.