Wukuf di Arafah merupakan salah satu rangkaian utama dalam ibadah haji yang dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah. Ibadah ini menjadi rukun haji yang wajib dilakukan oleh seluruh jemaah haji.
Wukuf memiliki kedudukan penting karena berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang. Oleh sebab itu, pelaksanaan wukuf di Padang Arafah selalu menjadi bagian yang paling diperhatikan dalam manasik haji.
Apa Itu Wukuf di Arafah?
Dalam buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi dijelaskan bahwa wukuf di Padang Arafah merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.
Arafah adalah kawasan padang terbuka yang terletak di sebelah timur Kota Makkah. Jika jemaah haji tidak melaksanakan wukuf, maka ibadah hajinya dianggap tidak sah.
Secara bahasa, wukuf berarti berhenti atau berdiam diri. Dalam pelaksanaan ibadah haji, wukuf dimaknai sebagai hadir dan berada di Padang Arafah pada waktu tertentu, yakni pada 9 Dzulhijjah setelah tergelincir matahari hingga menjelang fajar 10 Dzulhijjah.
Pada momen inilah jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT.
Padang Arafah sendiri juga memiliki nilai sejarah penting dalam Islam. Di tempat inilah Rasulullah SAW menyampaikan khutbah terakhirnya yang dikenal sebagai Khutbah Wada’ atau khutbah perpisahan.









