Lapangan rumput berukuran setengah lapangan bola yang normal ini terletak di tengah-tengah pekuburan China. Persisnya di bagian barat kawasan Santiong. Sejak dulu lapangan ini jadi tempat bermain bola dan kini jadi markas Sekolah Sepakbola Cordoba. SSB ini berdiri tahun 2008. Bisa dikata jadi “penerus” dari SSB Milo, sekolah bola pertama di Ternate yang didirikan oleh mantan bomber klub Kramayudha Tiga Berlian, Arizona Hamadi. Arizona kala itu melatih pemain usia dini di lapangan Salero. Tak lama kemudian Milo pindah ke lapangan Cordoba. Seturut itu, nama Milo berganti jadi Cordoba. Samsudin Kodja, bomber Persiter dan Persma Manado di era 2000an ikut bergabung sebagai pelatih. Beberapa nama jebolan SSB Milo yang kita kenal antara lain Zulham Zamrun dan Zuhrizal A. Gamal.

Tak aneh jika Uci kecil terpesona. Apalagi kawasan Santiong sejak dulu banyak melahirkan pemain hebat yang melegenda semisal Saleh Teng yang akrab disapa Saleh Janjang. “Awalnya tidak memikirkan apapun, usia masih kanak-kanak. Perempuan pula. Ayah yang bertanya apakah mau berlatih?. Saya langsung tertarik”, aku Uci dalam sebuah percakapan dengan saya usai dirinya bermain memperkuat Indonesia melawan Kamboja. Rifan membenarkan cerita puterinya. Ia pula yang membawa uci kecil memberli sepatu bola pertamanya. Sang Ibu ikut mendukung. Maklum, tak ada anak lelaki di keluarga mereka. Padahal pasangan suami-isteri ini boleh dibilang pasangan gila bola. Setiap ada pertandingan bola di Ternate, keduanya tak pernah absen menonton.








