“Ada jalan” sebagaimana keyakinannya kini tengah terbuka lebar. Pulang dari Filipina, Choach Rudy tanpa ragu memilih Uci untuk jadi bagian dari Tim Nasional yang akan berjuang dalam AFF U-18 Women Championship di Palembang. Di kompetisi kelompok umur ini, Uci terlihat sangat percaya diri. Dua kali dirinya terpilih sebagai 11 pertama saat melawan Singapura dan Kamboja. Garuda Pertiwi dua kali menang. Kepemimpinannya di lini pertahanan terlihat dominan. Bahkan dalam laga melawan Kamboja yang dimenangkan secara dramatis oleh Garuda Pertiwi, Uci jadi kapten tim pengganti setelah sang kapten, Liza Madjar ditarik keluar di pertengahan babak kedua.
Ia kini tak hanya jadi pemain perempuan satu-satunya asal Maluku Utara yang bermain untuk Tim Nasional Indonesia, tapi bisa jadi Ia akan terus mengenakan ban kapten di lengan kanannya untuk memimpin Garuda Pertiwi di masa depan. Ada rasa bangga yang meledak saat menonton Uci bermain. Teruslah belajar dan berkembang karena sepakbola bukan semata tentang hasil akhir dalam hitungan matematika. Sepakbola adalah proses yang tak berhenti sebagaimana kata Alex Morgan ; “saat kamu bermain dan latihan, ini semua tentang seberapa banyak usaha dan energi yang kamu berikan dan sikap yang kamu miliki selama ini. Kerja keras dan usaha mengesampingkan bakat”. (*)








