Menurutnya, sejak periode tersebut, serangan Israel telah menewaskan sekitar 930 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 2.700 lainnya.
Ia juga menuduh Israel tidak memenuhi kewajiban dalam penyaluran bantuan kemanusiaan sesuai kesepakatan.
“Apa yang mereka izinkan kurang dari 30 persen dari yang telah diputuskan dalam perjanjian,” katanya.
Kekhawatiran Eskalasi Konflik
Lebih lanjut, Barghouti menilai situasi ini mengarah pada eskalasi konflik yang lebih luas di Gaza.
Ia menyebut langkah Israel berpotensi membuka kembali operasi militer berskala besar sekaligus memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
“Ini berarti Israel berencana mengaktifkan kembali perang di Gaza dan melakukan pembersihan etnis terhadap penduduknya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menambah ketegangan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sekaligus memperkuat kekhawatiran dunia internasional terhadap masa depan perdamaian di kawasan tersebut.
sumber: sindonews










