Netanyahu Klaim Kuasai 70 Persen Gaza, Barghouti Sebut Gencatan Senjata Berakhir

oleh -21 views
Warga menggelar unjuk rasa menuntut agar bantuan kemanusiaan ditingkatkan di Gaza. Foto/anadolu

Porostimur.com, Tel Aviv – Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut Israel akan menguasai lebih dari 70 persen wilayah Gaza menuai reaksi keras dari pihak Palestina.

Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, menilai deklarasi tersebut secara efektif mengakhiri sisa-sisa komitmen terhadap gencatan senjata yang selama ini diklaim masih berlaku.

Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, Barghouti menegaskan bahwa langkah Israel tersebut menunjukkan runtuhnya mekanisme perdamaian yang ada.

Gencatan Senjata Dinilai Hanya Formalitas

Barghouti menyebut, apa yang diumumkan Netanyahu bukan hanya bentuk pelanggaran, tetapi juga penghinaan terhadap pihak-pihak yang selama ini mengklaim bertanggung jawab atas gencatan senjata.

“Ini adalah akhir dari apa yang disebut Dewan Perdamaian, yang mengklaim bertanggung jawab atas gencatan senjata,” ujarnya.

Baca Juga  Bidan Muda di Halut Dilaporkan Hilang, Polisi Terbitkan Laporan Resmi

Ia juga menyoroti sikap Amerika Serikat yang hingga kini belum memberikan respons tegas terhadap perkembangan tersebut.

“Apa yang dideklarasikan Netanyahu juga merupakan penghinaan terhadap Presiden Trump sendiri. Namun sejauh ini kami belum mendengar apa pun dari Amerika Serikat,” tambahnya.

Tuduhan Pelanggaran dan Krisis Kemanusiaan

Barghouti mengklaim Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata lebih dari 3.000 kali sejak Oktober lalu.

No More Posts Available.

No more pages to load.