Ia juga mengungkapkan bahwa sempat ada oknum Brimob lain yang menegur pelaku dengan mengatakan, “kenapa pukul pakai helm”.
Korban Dipaksa Akui Balapan
Nasri menyebut, setelah kejadian tersebut, korban dan dirinya dibawa ke rumah sakit. Namun, menurutnya, oknum aparat sempat memaksa mereka mengakui bahwa kejadian itu dipicu balapan liar.
“Sementara itu oknum Brimob masih memaksa untuk mengakui itu adalah balapan, namun saya membantah karena saat itu jalan menurun, otomatis motor melaju kencang,” katanya.
Ia juga menyesalkan cara aparat membawa korban ke kendaraan dinas. Menurutnya, korban diperlakukan tidak manusiawi saat dalam kondisi luka parah.
“Mereka menarik almarhum layaknya binatang. Tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” tuturnya.
Korban kemudian dirawat di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT.
Keluarga Minta Pelaku Diproses Hukum
Mewakili keluarga korban, Ketua Kerukunan Keluarga Keturunan Arab (K3A), Moksen Ali, mengecam keras dugaan penganiayaan tersebut dan meminta pelaku diproses hukum secara tegas.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Korban tidak dibina, justru dianiaya tanpa kesalahan. Kami minta pelaku dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Kami akan mengawal kasus ini hingga proses hukum dituntaskan,” tegasnya.









