Ongen diduga dianiaya sejumlah oknum Polres Halmahera Utara pada 20 September 2022. Ongen dianiaya setelah mengunggah ilustrasi polisi memegang anjing pelacak dalam demo BBM di Facebooknya. Soal dugaan penganiayaan itu pun diungkap lembaga KontraS.
“Karena Status WhatsApp, Pemuda Dianiaya Polisi dan Dipaksa Meminta Maaf pada Anjing Pelacak. KontraS menerima pengaduan dugaan tindak penyiksaan oleh anggota Polres Halmahera Utara. Kejadian berawal dari status WhatsApp, berujung pada tindakan tidak manusiawi terhadap Yolius (22),” cuit KontraS.
Massa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial berunjuk rasa di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Senin (3/10).
Kedatangan massa di depan Kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara sekitar pukul 14.00 WIT dengan membawa spanduk meminta proses empat oknum polisi yang menganiaya seorang mahasiswa Uniera.
Salah seorang koordinator massa, Rustam, meminta Kapolda Malut segera mengusut tindakan yang terjadi di Halmahera Utara dengan menetapkan empat oknum polisi sebagai tersangka. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




