Oknum Polisi di Morotai Paksa Siswi SMA Mabuk Miras Lalu Diperkosa

oleh -618 views
Link Banner

Porostimur.com – Daruba: Bripka R, oknum polisi di Polres Morotai, Maluku Utara, diperkarakan atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang remaja berusia (18 tahun)

Remaja berinisial (F) siswa kelas 3 sekolah menengah atas di Morotai itu, diduga telah dinodai oleh Bripka R.

Terungkapnya kasus pemerkosaan ini setelah Kejaksaan Negeri Pulau Morotai menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Morotai.

Berdasarkan kronologis yang tercantum dalam SPDP, peristiwa itu terjadi pada 12 Oktober 2021 sekitar pukul 02.00 WIT dini hari.

Awalnya, korban yang tengah tidur di kamarnya mendengar suara panggilan dari pintu kamar. Saat dibuka, tampak Bripka R dan seseorang berinisial K di balik pintu.

Korban lalu bertanya kepada Bripka R tujuan kedatangannya. Bripka R mengaku hendak mengambil kiriman, yang dijawab korban bahwa tak ada kiriman di kamarnya.

Baca Juga  Bang Bahar Minta Personil Polantas Bekerja Dengan Naluri

Bripka R lalu mengajak korban ikut ke mobilnya. Korban dibawa ke Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, untuk membeli minuman keras jenis Cap Tikus.

Bripka R kemudian membawa korban menuju jalan arah Kantor Bupati Morotai. Di situ korban diajak menenggak miras. Korban sempat menolak, tapi dipaksa minum hingga akhirnya menuruti. 

Usai minum-minum, Bripka R membawa korban ke salah satu penginapan di Daruba. Di dalam kamar, korban yang dalam kondisi mabuk dan setengah tak sadarkan diri lalu diduga diperkosa pelaku.

Disitat dari tandaseru.com, Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Morotai, Sobeng Suradal, menyatakan Kejari telah menerima SPDP kasus tersebut pada 18 Oktober kemarin.

“Kami sudah tunjuk dua orang jaksa menangani perkara ini atas nama Reza Kurniawan dan M Dasim Bilo dan baru SPDP. Kami terima itu tertanggal 18 Oktober, dimulainya SPDP itu tertanggal 28 Oktober,” kata Sobeng, Senin (25/10).

Baca Juga  Pertamina & Maluku Energy Kerja Sama Pemanfaatan Gas untuk PLTMG

“Tentang tindak pidana persetubuhan dan/atau pencabulan yang diduga pelakunya adalah anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia,” sambungnya.

Menurut Sobeng, yang melaporkan peristiwa tersebut adalah korban dan keluarganya.

“Kalau sudah dikirim SPDP berarti dilanjutkan. Di sini pasal yang disangkakan Pasal 286 dan/atau Pasal 290 kesatu KUHP,” tandasnya.

(red/tsc)

No More Posts Available.

No more pages to load.