Oposisi Politik Cak Nur

oleh -579 views

Ajakan memilih PPP oleh Cak Nur bertujuan menjaga sistem politik yang lebih berimbang. To check, yaitu membuktikan apa tindakan-tindakannya sudah memasyarakat, mencerminkan itikadnya.(Madjid,2018:53). To check yang dimaksud juga secada implisit untuk mengimbangi kekuasaan politik Seoharto yang bisa saja sewenang-wenang. Rezim yang sejak 1992 diramalnya bakal tumbang di 1998.

Ia beralasan secara filosofis bahwa “yang namanya manusia pasti bisa salah. Sehingga butuh pengingat atau penyeimbang, agar tidak sewenang-wenang”.

Jika diperiksa, Cak Nur tampaknya terbawa-bawa gagasan politik “pemihakan rasional” yang berkembang di negara-negara maju sejak awal 1970-an. Di mana kaum terpelajar cenderung memilih partai yang lemah untuk membentuk kekuatan penyeimbang alternatif. Gagasan politik ini memiliki relevansi dengan kritik dunia ketiga terhadap proyek liberalisme global yang berkembang luas di masa-masa itu.

Baca Juga  Dukung Kualitas Pendidikan, PLN Nyalakan Listrik 555 kVA di Sekolah Rakyat Masohi

Secara politik, Cak Nur hendak menyediakan pola pertentangan politik yang sehat untuk menghindari kesewenang-wenangan Soeharto. Ia mengistilahkannya sebagai pertentangan keluarga (family quarell). Bertentangan dalam semangat kekeluargaan yang solid. Katanya dalam bahasa Jawa “tega larane, tapi ora tega matine”. Kita mungkin tega melihat anggota keluarga kita itu sakit, tapi kita tidak tega melihat dia mati (Madjid, 2018:55). Begitu sebaiknya oposisi politik dijalankan.

No More Posts Available.

No more pages to load.