Porostimur.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kegiatan diseminasi hasil riset kajian arkeologi maritim terkait situs kapal tenggelam dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan wisata bahari berkelanjutan di Kota Tidore, Kepulauan Maluku Utara.
Kepala Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) KKP, Nyoman Radiarta, dalam rilis di Jakarta, Jumat menyebutkan bahwa salah satu potensi pengembangan pariwisata bahari di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia adalah wisata selam kapal tenggelam.
Menurut dia, wisata selam kapal tenggelam dinilai akan menawarkan petualangan baru bagi para penyelam dan memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan masa lalu manusia karena kapal karam adalah kapsul waktu bersejarah.
Ia menyatakan, pengembangan wisata kapal karam yang berkelanjutan dan bertanggung jawab memerlukan riset sebagai dasar ilmiah untuk bahan pijakan para pengambil kebijakan baik di pemerintahan pusat maupun daerah.
Oleh karena itu, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) melalui Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Pusriskel melaksanakan kegiatan riset Kajian Potensi Arkeologi Maritim Situs Kapal Tenggelam untuk Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan dan Penguatan Narasi Sejarah dan Budaya Maritim di Tidore pada tahun 2019 dan 2021.




