Pangdam apresiasi aspresiasi penyerahan senpi dan munisi

oleh -35 views
Link Banner

@Porostimur.com  | Ambon : Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen Suko Pranoto mengapresiasi satuan tugas (satgas) pengamanan daerah rawan (pamrahwan) yang diemban Batalyon Infantri (Yonif) Raider 515/Ugra Tapa Yudha dan Yonif Raider Khusus 732/Banau.

Pasalnya, kedua satgas pamrahwan dimaksud mampu mengamankan ratusan senjata ai (senpi) dan ribuan amunisi bahan peledak (muhandak), selang bertugas di Maluku.

Hal ini ditegaskan Pranoto dalam acara pelepasan Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha dan Yonif Raider Khusus 732/Banau, serta penyambutan Yonif 711/Raksatama dan Yonif 731/Kabaresi, di Lapangan Upacara Lantamal IX Ambon, Selasa (24/7).

”Sehubungan dengan hal tersebut, saya selaku Pangdam XVI/Pattimura dan pribadi mengucapkan terima Kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh prajurit Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha dan Yonif Raider Khusus 732/Banau yang telah bertugas di wilayah ini dengan prestasi yang membanggakan dan memberikan kontribusi positif untuk membantu Pemerintah Daerah dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan suasana ketenangan, ketentraman dan kesejukan bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara,” ujarnya.

Link Banner

Dari tangan masyarakat, akunya, Satgas Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha menerima 282 pucuk senpi yakni 26 pucuk senjata pabrikan dan 256 pucuk senjata rakitan, serta munisi campuran 448 butir dan 11 muhandak.

Baca Juga  Malam Takbiran, Kota Ambon Diwarnai Guyuran Hujan

Sedangkan Satgas Yonif Raider Khusus 732/Banau, jelasnya, memperoleh senjata api 179 pucuk terdiri dari 28 pucuk senjata pabrikan, 151 pucuk senjata rakitan, munisi campuran 2.106 butir, 21 Muhandak dan 1 buah magazen.

Menurutnya, pemusnahan secara simbolik akan dilaksanakan pada puncak peringatan HUT Ke-73 TNI yang akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon pada tanggal 5 Oktober 2018 nanti.

”Keberhasilan ini tidak terlepas dari metode yang diterapkan Satgas dalam mengatasi residu konflik sosial yaitu Pendekatan Keamanan (Security Approach) dan Pendekatan Kesejahteraan (Prosperity Approach) yang seimbang. Untuk menjawab persoalan sosial tersebut titik beratnya bukan menggunakan kekuatan senjata seperti senapan, mortir dan meriam atau alutsista namun senjata yang paling ampuh adalah dengan cara terus meningkatkan kemampuan system senjata sosial. Mengingat permasalahan di Maluku dan Maluku Utara tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan hukum dan keamanan semata, namun perlu sentuhan khusus melalui pendekatan antropologi, budaya dan kearifan lokal serta memanfaatkan potensi alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Patut Dicurigai Jika Pasanganmu Punya Aplikasi ini, WhatsApp Kamu Bisa Dibajak!

Dengan kehadiran Satgas Yonif 711/Raksatama dan Yonif 731/Kabaresi, diharapkannya mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat di Maluku dan Maluku Utara (Malut).

”Selanjutnya kepada prajurit Satgas Yonif 711/Raksatama dan Yonif 731/Kabaresi saya ucapkan selamat bertugas, semoga sukses menyertai kita semua. Akhirnya marilah kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai,” pungkasnya. (keket)