Ia juga berharap tragedi ini menjadi bahan evaluasi bagi penyedia layanan publik, khususnya terkait sistem keamanan transportasi.
“Kami berharap ke depan aspirasi para korban terkait keamanan dan sistem di KRL bisa segera dibenahi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Bawa Bantuan dan Penguatan Moral
Selain bantuan berupa makanan dan santunan, kehadiran PPLIPI juga membawa dukungan moral bagi para korban.
Putri Anastasia menyampaikan bahwa interaksi langsung dengan korban menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Kami memberikan semangat penuh agar para korban bisa segera pulih, baik dari luka fisik maupun trauma yang dialami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Anjelina Cortizo. Ia menuturkan bahwa kondisi korban beragam, mulai dari luka fisik hingga trauma mendalam.
“Ada yang luka, ada yang masih sangat sedih. Kami dari PPLIPI selalu mendoakan yang terbaik untuk para korban dan keluarga. Kami yakin Tuhan pasti akan memulihkan keadaan,” katanya.
Solidaritas dan Harapan
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga menjadi simbol solidaritas di tengah musibah.
PPLIPI Jakarta Utara berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, terutama kalangan pengusaha muda dan organisasi sosial, untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.




