Paralelisme Sepakbola dan Politik di Indonesia

oleh -687 views

“Berkenaan dengan keikutsertaaan Timnas Israel, Kami menyampaikan sudut pandang bahwa kebijakan politik Israel terhadap Palestina yang tidak sesuai dengan kebijakan politik Pemerintahan Republik Indonesia, yang sampai saat ini masih menjadi masalah serius politik regional,” Tulis penggalan surat Gubernur Provinsi Bali kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI. “Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon agar Bapak Menteri mengambil kebijaakan mengambil kebijakan untuk melarang Tim dari Negara Israel ikut bertanding di Provinsi Bali,” tegas Wayan Koster melalui suratnya sembari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang beberapa hari kemudian juga menyatakan pernyataan serupa. Ganjar secara terang-terangan menyampaikan sejumlah alasan terkait penolakan tersebut, terutama ihwal sikap politik Indonesia-Israel. (Sumber: amp. Tirto. id)

Baca Juga  Sekda Maluku Buka Aksi Bersih Lingkungan Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Penolakan kedua pimpinan daerah ini bukan menjadi pertama kali, sebab sebelumnya riuh rendah penolakan juga terdengar dari berbagai kalangan dan ormas. FIFA kemudian merespon dengan membatalkan drawing 31 Maret 2023, yang diumumkan per-Minggu (26/3/2023) lalu.

Terkait hal itu, FIFA juga secara tersirat merespon kembali dengan menghapus lagu sountrack Piala Dunia U20 2023 berjudul “Glorious” melalui laman resmi mereka pada 28 Maret 2023. Adapun sebelum FIFA bersikap soal penolakan, pemerintah Indonesia melalui sejumlah kementrian juga telah mencoba berupaya menanggani masalah. Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaan Israel tak mempengaruhi posisi Indonesia di belakang Palestina.

No More Posts Available.

No more pages to load.