Pareto dan Circulation des Elites (Lions dan Foxes)

oleh -5 Dilihat

Ketakutan kita, pada skala nasional juga demikian, jika foxes berhasil dengan cerdik mengakali lions, maka lions akan dikandangkan dalam kerangkeng, untuk mengakhiri gerakannya, jika rekrutment elite tidak berlangsung dari bawah. Namun saja, spesifikasi elite ala Pareto inipun tak lepas juga dari kritik, termasuk dari Talcott Parson.

The Rulling Class selaku elite yang berkuasa, akan mengalami pelemahan kemampuan jika tak melakukam rekrutment tersebut dengan prosedural yang baik dari bawah. Karenanya Foxes akan mengambil alih peran lions yang semakin lemah dengan sendirinya.

Dalam perspektif Pareto, sejarah adalah perebutan dan pergantian antara Lions dan Foxes yang tidak berkesudahan. Dalam konteks itulah, tidak mengherankan jika para cendikiawan kampuspun resah, dan pada ramai-ramai mengajukan keprihatinan, kritik bahkan deklarasi, atas realitas kontestasi yang sedang berlangsung sekarang, sebagai bentuk kontribusi pemikiran untuk meluruskan jalannya sirkulasi elite.

Baca Juga  Netanyahu Sampaikan Belasungkawa atas Serangan Houthi di Riyadh, Warga Saudi Bereaksi Sinis

Tentu saja ada saja bantahan atasnya, sebagai reaksi atas aksi tersebut. Seakan berlakulah dialektika Hegel, yang hadir jelas melintasi didepan mata kita; tesa, antitesa dan sintesa. Sebenarnya, jauh sebelumnya, cendikiawan Harry Julien Benda juga telah menulis tentang La Trahison des Clerc, Pengkhianatan Kaum Intelektual (1927), juga telah lama menandai adanya intelektual yang nekat mengingkari nurani untuk berkhianat, demi melanggengkan kekuasaan dan kepentingan politik rejim.

No More Posts Available.

No more pages to load.