PBB Temukan Dasar Kuat Serangan AS di Iran sebagai Kejahatan Perang

oleh -67 Dilihat
AS menyerang sekolah di Iran dengan rudal presisi, membunuh banyak pelajar. Foto/anadolu

Di tengah situasi tersebut, sejumlah pejabat tinggi Iran mulai semakin aktif merespons narasi dan pernyataan dari Washington.

Salah satunya Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pada 16 September, Ghalibaf menanggapi kenaikan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat dengan menggunakan modifikasi satir dari Taylor Rule, formula yang lazim digunakan untuk menjelaskan hubungan antara inflasi, aktivitas ekonomi dan tingkat suku bunga.

Dalam unggahannya, Ghalibaf memasukkan Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb ke dalam formula tersebut. Ia mempertanyakan apakah kenaikan suku bunga dapat membuka kembali Selat Hormuz atau menghasilkan tambahan satu barel minyak.

Pesan Ghalibaf pada dasarnya merupakan argumen bahwa gangguan terhadap jalur energi merupakan persoalan pasokan dan geopolitik yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan moneter.

Baca Juga  RSUD Hutumuri Siap Beroperasi, Warga Leitimur Selatan Tak Lagi Kesulitan Akses Layanan Kesehatan

Analis yang dikutip Al Jazeera menilai pernyataan tersebut lebih merupakan pesan politik mengenai pengaruh Iran terhadap pasar energi ketimbang usulan nyata mengenai bagaimana Federal Reserve menetapkan suku bunga.

Iran Perkuat Narasi Perlawanan dan Pertahanan Perbatasan

Respons Iran terhadap narasi Amerika Serikat juga muncul dari jajaran militer.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam sebelumnya menolak apa yang disebutnya sebagai “narasi sinematik” mengenai perang dan keberhasilan militer Amerika Serikat.

No More Posts Available.

No more pages to load.