Peduli korban gempa Lombok, DPC GMNI Ambon galang bantuan dari masyarakat

oleh -43 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Peduli dengan musibah gempa bumi yang melanda masyarakat di Kota Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Ambon pun menggalang bantuan dari masyarakat di Kota Ambon, Jumat (10/8).

Aksi menggalang bantuan ini, digelar DPC GMNI Kota Ambon dengan cara membawa karton dan megaphone, sambil meminta partisipasi masyarakat menyumbang sedikit dari kelebihannya kepada korban gempa Lombok.

Guna memaksimalkan galangan bantuan kemanusiaan ini, DPC GMNI Kota Ambon menyasar lokasi ramai pengunjung seperti Lapangan Merdeka, perempatan Mesjid Al-Fatah, Tugu Trikora dan Pasar Mardika.

Hal ini dibenarkan Ketua DPC GMNI Kota Ambon, Sujahri Somar, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, penghujung pekan kemarin.

Link Banner

Selain solidaritas sebagai sesama manusia, akunya, tindakan dimaksud juga merupakan tndak lanjut atas arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI pada DPD dan DPC se-Indonesia yang dibawahinya.

Baca Juga  Viral: Sayuran di Ambon Terpapar Pestisida dan Tercemar Bakteri Ecoly

”Sebagai bentuk kepedulian sosial, DPP GMNI melalui instruksinya kepada DPD dan DPC GMNI se-Indonesia agar melakukan aksi solidaritas untuk Lombok, terhitung sejak tanggal 6 hingga 11 Agustus 2018. Dan saya kira ini langkah strategis yang diambil oleh DPP dalam melihat bencana alam yang terjadi. Apalagi persoalan kemanusiaan, bahwa sejatinya nasionalisme adalah prikemanusiaan,” ujarnya.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam memberikan bantuan dalam aksi yang digelar pihaknya, akunya, tentu saja mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pihaknya.

Diharapkannya, solidaritas masyarakat di Kota Ambon juga tetap terjaga dengan menunjukkan kepedulian atas berbagai musibah yang dialami masyarakat dalam pelosok lainnya di Indoensia.

”DPC GMNI Ambon sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kota Ambon atas partisipasinya dalam memberikan uang yang nilainya sedikit ataupun banyak. Yang paling terpenting adalah kita masih menunjukkan karakter kegotong-royongan kita untuk melihat berbagai persoalan Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (pt-08)