Pejabat Prancis Salahkan AS atas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, Singgung Emisi Karbon

oleh -22 views
Sebanyak 1.300 orang tewas aklibat gelombang panas di Eropa. Foto/X/@agtprpnabsrdty

Porostimur.com, Paris – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara Eropa memicu perdebatan baru mengenai krisis iklim. Seorang pejabat Pemerintah Prancis menuding Amerika Serikat (AS) turut bertanggung jawab atas memburuknya kondisi tersebut karena besarnya emisi gas rumah kaca yang dihasilkan negara itu.

Wakil Wali Kota Paris Bidang Hubungan Internasional, Audrey Pulvar, menyatakan Amerika Serikat sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia memiliki tanggung jawab besar terhadap pemanasan global yang memicu cuaca ekstrem.

Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah wisatawan, jurnalis, dan influencer asal Amerika Serikat mengkritik minimnya penggunaan pendingin udara (AC) di Paris saat Eropa dilanda suhu yang sangat tinggi.

Baca Juga  Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas, Akankah Kesepakatan Damai Bertahan?

“Kepada para jurnalis Amerika dan influencer media sosial, selama beberapa hari ini sebagian dari Anda telah mengkritik dan mengolok-olok Paris karena kota ini tidak memiliki AC di setiap ruangan. Ya Tuhan, ini sangat menggelikan!” tulis Pulvar melalui akun Instagram pribadinya.

Singgung Besarnya Emisi Amerika Serikat

Pulvar kemudian menyinggung besarnya kontribusi Amerika Serikat terhadap emisi gas rumah kaca yang dinilainya ikut memperparah perubahan iklim global.

“Sebagai negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua di dunia, Anda memikul tanggung jawab yang signifikan atas pemanasan global dan konsekuensi yang kami, di Prancis, alami. Kota-kota Anda di Amerika Serikat, yang 90 persen menggunakan pendingin udara, tidak terlepas dari hal ini,” ujarnya, seperti dikutip dari The Independent UK, Selasa (30/6/2026).