Sementara, Kholid akan bertransformasi menjadi tokoh idola penyambung lidah rakyat. Bukan hanya rakyat Tangerang, melainkan semua hamba di negeri ini yang hak-hak fundamentalnya selalu dipinggirkan sepanjang sejarah. Munculnya keberanian Kholid tak bisa dilepaskan dari janji Prabowo yang akan selalu membela rakyat karena, menurutnya, pahlawan sesungguhnya adalah rakyat (baca: Kholid), bukan Mulyono!
Memang wajah Mulyono mirip rakyat, tapi sesungguhnya ia lebih menyerupai raja-raja primitif. Sebagaimana dikatakan Prabowo, negeri ini memang penuh paradoks. Kita membawa Fufufafa ke Istana, tapi suara nelayan cerdas yang sengsara sejak lahir ditindas. Bisa jadi Kholid kalah dalam perjuangannya. Tapi kekalahan Kholid akan merupakan kekalahan kita semua.
Tangsel, 3 Februari 2025











