Pekerjaan Jalan Ruas Elat-Ohoiraut Milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Maluku Diduga Bermasalah

oleh -489 views
Link Banner

Porostimur.com, Langgur – Paket pekerjaan jalan milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Maluku di Kei Besar, Maluku Tenggara diduga bermasalah.

Paket penanganan jalan di Kepulauan Kei, Ruas Elat-Ohoiraut yang menelan dana sekitar Rp 30 miliar pada Tahun 2021 yang dikerjakan oleh PT. Kobi Indah Sejahtera itu, terindikasi tidak dapat diselesaikan karena sampai sekarang pekerjaan di lapangan belum mencapai 50 persen.

Salah seorang warga setempat kepada porostimur.com, di lapangan, Selasa (10/5/2022), membenarkan bahwa pekerjaan tersebut sudah dilaksanakan sejak awal Tahun 2021 lalu, namun hingga sekarang pertengahan Tahun 2022 ini belum juga selesai. Padahal anggaran yang dicairkan sudah 100 persen.

“Pekerjaan tersebut juga tidak jelas apakah termasuk dalam kontrak tahun tunggal ataukah tahun jamak,” kata warga bermarga Latar itu.

Pantauan porostimur.com, di lapangan, kualitas pekerjaan jalan tersebut pun jauh dari standar kualitas jalan Kementerian PU dan Bina Marga sehingga ditakutkan belum setahun aspalnya sudah pasti rusak lagi.

Baca Juga  Fatimah al-Fihri: Janda Kaya Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Warga lain yang melihat langsung pekerjaan tersebut pada waktu pelaksanaan mengatakan, aspal yang diturunkan dari mobil truk sudah dingin.

Olehnya itu dia berharap melalui fakta dan berita yang ada di lapangan, Kementerian PU dan Bina Marga dapat bertanggungjawab terhadap pekerjaan tersebut.

“Jangan berpikir bahwa pekerjaan tersebut berada di Timur Indonesia dan asal-asalan saja dikerjakan,” timpal warga setempat desa Ohoiraut yang tidak mau disampaikan identitasnya kepada jurnalis media ini.

Dia berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam, karena jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga setempat.

“Ini adalah kejahatan korupsi besar, usut semua oknum dan pihak Balai Jalan Maluku yang terkait dengan kejahatan tersebut sehingga ada efek jera,” tukasnya.

Baca Juga  Dari Everest hingga Antarktika, perempuan Indonesia penerjun payung tujuh benua ini tak kenal gentar

“Sudah bukan jamannya lagi kerja asal asalan seperti ini karena sekarang jaman sudah canggih, harusnya tinggal klik aja semua pekerjaan sudah ada dokumentasi dan bisa dipantau,” tandasnya. (Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.