“Jangan berpikir bahwa pekerjaan tersebut berada di Timur Indonesia dan asal-asalan saja dikerjakan,” timpal warga setempat desa Ohoiraut yang tidak mau disampaikan identitasnya kepada jurnalis media ini.
Dia berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam, karena jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga setempat.
“Ini adalah kejahatan korupsi besar, usut semua oknum dan pihak Balai Jalan Maluku yang terkait dengan kejahatan tersebut sehingga ada efek jera,” tukasnya.
“Sudah bukan jamannya lagi kerja asal asalan seperti ini karena sekarang jaman sudah canggih, harusnya tinggal klik aja semua pekerjaan sudah ada dokumentasi dan bisa dipantau,” tandasnya. (Tim)









