Demikian juga dengan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hampir setiap hari kita melihat program yang sama sekali tidak melibatkan aparat desa, apalagi rakyat desa, ini dikerjakan secara serampangan, sangat boros, dan kasat mata korupnya. Program yang merampok uang dana desa ini — untuk perbaikan infrastruktur di desa seperti jalan-jalan desa, saluran air, bangunan umum, dll. — akan berimbas ke desa. Setidaknya sampai enam tahun ke depan, Desa tidak akan punya uang untuk pembangunan.
Para pejabat pemerintahan Prabowo bersilat lidah kalau ditanya soal ini. Menteri Desa mengatakan pengalihan ini adalah perbaikan ‘tata kelola.’ Dengan memberikan koperasi yang jelas-jelas akan gagal? Menteri Koperasi tidak tahu banyak karena pelaksanaannya dikerjakan oleh PT Agrinas Pangan dan militer.
Juga soal perluasan militer. Personil militer ditambah secara besar-besaran. Pada saat Prabowo habis masa jabatannya personil militer Indonesia akan menjadi satu juta lebih. Di Angkatan Darat, dia membuat Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang bertani, beternak, memelihara ikan, dan mengurus kesehatan. BTP ini akan mendukung ketahanan pangan dan MBG.
Akal sehat orang-orang dengan segera melihat bahwa batalyon-batalyon ini tidak akan menghasilkan produksi yang cukup. Bahkan cukup untuk dikonsumsi sendiri pun tidak! Berapa milyar gaji untuk satu batalyon per bulan? Iya, nilainya milyaran. Per bulan! Itu belum termasuk beaya listrik, air, kendaraan, dan operasional serta logistik lainnya. Dan akan ada 750 batalyon baru dibentuk.











