“Dragon boat kita pusatkan di Sathean, sedangkan Goyang Meti Kei rencana pembukaannya di Landmark Langgur, dan untuk ceremony puncak di Pantai Ohoililir. Ini masih dalam tahap finalisasi,” tambahnya.
Dukungan Sponsor dan Ekonomi Kreatif
Persiapan logistik dan infrastruktur telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah bersama panitia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri, Bank Modern, Bank Artha, Telkomsel, dan PLN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kita bersyukur karena dukungan sponsor cukup kuat. Walaupun ada keterbatasan anggaran akibat efisiensi nasional, panitia tetap optimis festival ini akan terlaksana dengan baik,” ujar Toffi.
Ia menambahkan, FPMK bukan sekadar ajang wisata, tetapi juga wadah bagi talenta lokal untuk mengekspresikan karya seni, musik, dan tari tradisional.
“Tujuan dari Karisma Event Nusantara adalah mengangkat ekonomi kreatif di daerah dan melahirkan talenta baru. Kalau talenta itu sudah ada, kita sediakan panggung agar mereka bisa berkreasi dan mem-branding diri,” katanya.
Momentum Budaya dan Promosi Kei
Festival Pesona Meti Kei menjadi momentum kebanggaan bagi komunitas dan diaspora Kei. Partisipasi masyarakat dalam lomba, pertunjukan seni, dan kegiatan sosial diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Festival Pesona Meti Kei ini menjadi pestanya orang Kei baik di Maluku Tenggara, Kota Tual, maupun di mana pun mereka berada, serta bagi para pencinta pariwisata,” ungkap Toffi.









