Porostimur.com, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara hingga saat ini serius menangani warga masyarakat yang korban di Pulau Kei Besar pasca bertikai pekan lalu.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun mengatakan, penanganan penyelesaian masalah di Ohoi-ohoi yang bertikai harus menggunakan jalur adat, agama, dan pemerintah.
Melalui koordinasi dan kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Malra, Tokoh Agama,Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda sehingga telah disampaikan himbauan kepada masyarakat agar senantias menjaga kedamaian dan tidak terpengaruh dengan provokator.
“Dinas terkait agar segera berkoordinasi melakukan pendataan bangunan rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan di lokasi Ohoiren, Ohoidertutu, Elat sampai ke Ohoi Hoarngutru” ujar bupati saat memimpin rapat bersama pimpinan OPD di kediaaman bupati, Rabu (16/11/2022).
Dalam arahannya, bupati tegaskan, semua kepala ohoi/penjabat kepala ohoi di wilayah Pulau Kei Besar agar tidak boleh meninggalkan tempat/ohoi.
ASN lingkup Pemkab Maluku Tenggara pada umumnya dan khususnya yang berasal dari Pulau Kei Besar agar aktiv membantu Pemerintah Kabupaten melakukan himbauan dan kampanye damai serta melawan hoax.










