“Yang kedua, dari seluruh proses pembangunan, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga kita (Pemerintah) ingin nelayan dan petani mengalami peningkatan pendapatanya sehingga berdampak pada Kesejateraan,” urainya.
Ketiga; warga dapat membeli bahan makanan dan ikan dengan harga yang terjangkau. Keempat; nelayan dan petani dapat terus memproduksi bahan kebutuhan masyarakat, yakni menangkap ikan, dan menghasilkan bahan makanan (sayur, cabai, dan lainnya), yang berkualitas.
“Kita terus diminta untuk mengendalikan harga barang, kebutuhan pokok supaya tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap inflasi. Kita butuh harga yang tidak terlalu tinggi, dari petani dan nelayan, sehingga masyarakat (pembeli/konsumen) dapat menjangkaunya,” tandas Wattimena.
Wattimena berjanji, Pemkot akan berupaya untuk membantu, memfasilitasi kebutuhan para petani dan nelayan agar bahan makanan yang dihasilkan dari keduanya dapat dinikmati denga harga terjangku yang tentunya tidak berimplikasi pada inflasi kota ini.
“Pempus-Pemda-Pemkot dapat menyusun dan mengembangkan kebijakan, regulasi iklim pertanian dan investasi yang cakap agar berjalan dengan baik. Kita harus membantu dalam hal ini memfasilitasi kebutuhan para petani dan nelayan guna meningkatkan produksi ketika dan pertanian di kota ini,” pungkasnya.










