Pemkot Ambon Lakukan Vaksinasi di RSKD Nania

oleh -48 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sebanyak 30 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku, Desa Nania, Kecamatan Baguala, Kota Ambon telah disuntik vaksin Covid-19 oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy, kepada wartawan di Ambon, Selasa (15/6)2021) mengatakan, pencanangan vaksin bagi masyarakat rentan ODGJ telah dilakukan Senin kemarin di RSKD Nania, di mmana mereka yang disuntik vaksin adalah ODGJ yang terkontrol, atau yang sedang mendapatkan rawat jalan di RSKD.

“Kita vaksin mereka yang terkontrol, bukan ODGJ di jalan-jalan yang tidak terkontrol. Karena nanti observasinya susah. Mereka yang mendapatkan vaksin didampingi keluarganya. Ada sekitar 30-an ODGJ rawat jalan,” ungkap Wendy kepada wartawan di Balai Kota Ambon.

Baca Juga  Ismail Sabri Jadi PM Malaysia, Anwar Ibrahim Minta Oposisi Kerja Keras untuk Pemilu

Wendy mengaku, proses vaksinasi terhadap ODGJ, tetap dilakukan sesuai mekanisme seperti pada umumnya. Tahap screening, selama 15 menit observasi sebelum disuntik. Khusus ODGJ, didampingi dokter jiwa dan keluarganya.

“Tenaga vaksinator dan skrining dari Dinkes, tapi kita kerjasama dengan tim dokter di RSKD karena mereka yang lebih tahu dan mengerti kondisi kejiwaan ODGJ,” jelasnya.

Dinkes sebutnya, belum bisa mengambil langkah lebih jauh, untuk melakukan vaksinasi kepada semua ODGJ di RSKD Nania yang masuk dalam kategori pasien rawat inap.

Pasalnya ada tiga pasien ODGJ rawat inap di RSKD Maluku, dinyatakan positif Covid-19. Olehnya itu, vaksinasi terhadap pasien dimaksud, harus ditangguhkan, sampai ketiganya kembali dinyatakan negatif Corona baru proses vaksin jalan.

Baca Juga  Pemkot Siap Laksanakan Kembali Vaksin Massal

“ODGJ yang rawat inap di RSKD ada 100-an. Diantara mereka, tiga positif Corona. Nanti kita tunggu hasil negatif dulu, baru vaksinasi bagi mereka. Hari ini vaksinasi ODGJ khusus pasien rawat jalan. Kalau ada lagi yang baru, kita akan kumpul 10 orang, baru buka 1 vial. Itu tanggungjawab Puskesmas Passo,” ujarnya.

Sementara terkait ODGJ yang masih berkeliaran di jalanan Kadis Kesehatan mengaku, Dinkes bakal melakukan koordinasi bersama RSKD dan OPD terkait. Sebab, pihaknya tidak mungkin melakukan koordinasi bersama RSKD dan OPD terkait. Sebab, pihaknya tidak mungkin melakukan vaksinasi terhadap orang gila yang tidak terkontrol.

“Untuk ODGJ yang terlantar, bukan tanggungjawab kita, itu urusan OPD lain. Persoalan menyangkut hal itu nanti dikoordinasikan lebih lanjut. Yang kita lakukan sekarang, hanya untuk ODGJ terkontrol,” pungkasnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.