“Literasi itu kemampuan individu. Adek-adek punya kemampuan, bapak ibu guru punya kemampuan, kakak-kakak punya kemampuan untuk menganalisa, mengkaji masalah secara cerdas. Jadi, yang paling penting adalah bukan cuma soal membaca, menulis dan menghitung, tetapi bagaimana bisa memecahkan masalah,” jelasnya.
Penggunaan Gadget Harus Bertanggung Jawab
Di hadapan para siswa dan tenaga pendidik, Ronald juga menekankan pentingnya penggunaan perangkat digital secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat akan membantu menciptakan ruang digital yang sehat, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Kita berharap bahwa literasi digital ini bisa membantu untuk memberikan sebuah proses membangun ekosistem di kota ini yang sehat terhadap pemanfaatan digital,” katanya.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan keterampilan.
Bangun Ekosistem Digital Sehat
Menutup kegiatan tersebut, Ronald berharap program literasi digital dapat terus diperluas ke berbagai sekolah di Ambon sebagai langkah strategis membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Literasi digital hari ini adalah komitmen Pemkot untuk membangun ekosistem digital yang sehat di Kota Ambon. Kami berharap teknologi informasi ini benar-benar digunakan adik-adik untuk meningkatkan keterampilan dan potensi diri,” tutupnya.









