Menurutnya, pembentukan tim tidak sekadar mempertimbangkan jabatan, tetapi juga kemampuan, dedikasi, dan semangat kerja personel yang akan dilibatkan.
“Saya akan membentuk tim yang terdiri dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tertentu, termasuk tenaga PPPK yang memiliki kompetensi,” terangnya.
Renuat menyebutkan, personel yang terpilih akan disiapkan untuk menerima honor sesuai ketentuan. Proses seleksi, kata dia, akan dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi masing-masing calon anggota tim.
Ia menilai, aparatur yang memiliki kemampuan dan semangat kerja perlu diberikan ruang untuk berkontribusi lebih besar dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah.
“Saya butuh ASN yang berdedikasi dan berkompeten, karena banyak pimpinan OPD yang tidak dapat mengendalikan jajarannya. Jadi, sayang bila ada yang punya semangat dan kualitas, namun tidak terpakai,” imbuhnya.
Kombinasikan Tenaga Profesional dan ASN Muda
Wali Kota Tual menegaskan, tim yang akan dibentuk membutuhkan kombinasi tenaga profesional dan ASN muda agar mampu menjalankan tugas secara efektif.
Kombinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi persoalan tata ruang, memetakan kondisi lingkungan, serta menelusuri penyebab berkurangnya debit air.









