Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi Rp4.160,79 miliar atau 43,67 persen dari pagu anggaran, meskipun secara tahunan mengalami penurunan tipis sebesar 0,25 persen.
Komponen terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan realisasi Rp3.222,09 miliar. Sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tumbuh signifikan sebesar 60,55 persen menjadi Rp851,97 miliar, terutama untuk mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Adapun Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp69,84 miliar. DJPb berharap pemerintah daerah dapat mempercepat proses pengajuan penyaluran agar manfaat dana tersebut segera dirasakan masyarakat desa.
Ekonomi Maluku Tetap Tumbuh Positif
Anang menambahkan, kondisi ekonomi Maluku masih menunjukkan ketahanan. Pada triwulan I 2026, ekonomi Maluku tumbuh 5,16 persen secara tahunan, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,15 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan sebesar Rp9,87 triliun.
Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, didukung sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.
“Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, didukung sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa. Meskipun secara triwulanan ekonomi terkontraksi 3,26 persen, secara tahunan kinerja ekonomi tetap positif,” katanya.









