Kendati demikian, Zaki juga menyoroti isu terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai ketum Golkar. Terlebih akan menyalahi AD/ART internal Golkar.
“Isu yang banyak beredar istana maunya Gibran jadi ketum Golkar. Tujuannya untuk mengamankan dan meningkatkan daya tawar politik Gibran sebagai wapres. Namun, banyak yang tidak sreg, apalagi Gibran akan menabrak AD/ART yang mengharuskan 5 tahun jadi anggota,” ujar Zaki.
Oleh karena itu, ia menilai Agus Gumiwang memiliki peluang paling besar untuk menggantikan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar.
“Sangat mungkin sebagai jalan tengah dan kompromi politik, Agus Gumiwang yang akan memimpin Golkar nantinya,” pungkas Zaki.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









