3. Kebiasaan ekspresi wajah berulang

staffordshireskinandlaser.co.uk
Sering mengerutkan dahi, menyipitkan mata, atau tersenyum berlebihan ternyata bisa memicu munculnya garis halus. Awalnya garis ini hanya terlihat saat berekspresi, namun seiring waktu bisa menetap meski wajah dalam kondisi rileks. Untuk itu, kamu bisa lebih mengontrol ekspresi agar garis halus bisa berkurang.
4. Pola tidur yang buruk

tomsguide.com
Kurang tidur atau tidur tidak berkualitas berdampak besar pada kesehatan kulit. Saat tidur, tubuh memproduksi kolagen dan melakukan regenerasi sel. Jika waktu tidur tidak cukup, proses perbaikan kulit menjadi terganggu. Selain itu, posisi tidur yang sama setiap malam, seperti tidur menyamping atau tengkurap, dapat menyebabkan sleep lines yang lama kelamaan berubah menjadi garis halus permanen.
5. Stres berlebihan

coyleinstitute.com
Stres kronis meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh. Kortisol dapat merusak kolagen dan memperlambat regenerasi sel kulit. Tak heran jika orang yang sering mengalami stres berat cenderung tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Stres juga sering memicu kebiasaan tidak sehat seperti kurang tidur, merokok, atau malas merawat kulit, yang semuanya berkontribusi pada munculnya garis halus.
6. Pengguna skincare yang tidak tepat

katesomerville.com
Alih-alih membuat kulit sehat, penggunaan produk skincare yang tidak sesuai justru bisa merusak skin barrier. Misalnya terlalu sering eksfoliasi, menggunakan produk aktif tanpa jeda, atau tidak menggunakan pelembap. Skin barrier yang rusak membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi, kehilangan air, dan memperjelas garis halus.









