Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan Bermasyarakat
Pesan serupa disampaikan Ustadz M. Anwar Kuba, S.Ag., dalam tausiyahnya.
Ia menekankan bahwa Islam yang dibawa Rasulullah SAW memiliki pesan kemanusiaan yang kuat, salah satunya melalui keteladanan akhlakul karimah.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum untuk kembali merefleksikan bagaimana Rasulullah SAW membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung persatuan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai tersebut dinilai semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang dan karakter yang beragam.
Menjaga silaturahmi, kata dia, bukan hanya upaya mempertahankan hubungan antarsesama, tetapi juga bagian dari membangun kehidupan sosial yang damai.
“Saya berharap kita semua terus menjaga tali silaturahmi. Ini bukan hanya merawat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan pesan kemanusiaan,” pungkasnya.
Momentum Maulid Nabi 1448 H di Kepulauan Sula akhirnya tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga pesan sosial agar masyarakat tidak kehilangan kepedulian di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Sebab, keteladanan Rasulullah SAW tidak cukup hanya dikenang dalam ceramah dan peringatan. Nilai tersebut akan menemukan maknanya ketika hadir dalam kehidupan sehari-hari—saat masyarakat saling membantu, saling menguatkan dan memilih persaudaraan di atas perbedaan.









