Maulid Nabi dan Kepedulian terhadap Sesama
Fifian mengajak masyarakat Kepulauan Sula menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan sosial.
Menurutnya, kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan, menguatkan mereka yang lemah dan menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bentuk nyata dari nilai persaudaraan.
“Kalau ada yang kesulitan, kita bantu. Kalau ada yang lemah, kita kuatkan. Kalau ada perbedaan, kita cari jalan keluarnya dengan persaudaraan,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa keimanan tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga melalui bagaimana seseorang memperlakukan orang lain.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan menjadi ruang untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbaiki hubungan sosial di tengah masyarakat.
Kepedulian terhadap sesama, menurutnya, perlu terus dirawat agar kehidupan masyarakat Kepulauan Sula tetap berada dalam suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan.
Fifian juga mengajak masyarakat mendoakan warga di berbagai daerah Indonesia yang sedang tertimpa musibah serta memanjatkan doa untuk keselamatan masyarakat Kepulauan Sula.
“Mari kita senantiasa menjaga Kabupaten Kepulauan Sula dalam kedamaian, keberkahan, dan persaudaraan,” pungkasnya.









