“Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, dimana covid masih menjadi hal yang terus kita perangi. Semoga kita dengan momentum ini, bisa memetik hikmah dan syafaat,” tutur Salama.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM), Hj. Zohrah Latuconsina menyebut, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum untuk membumikan kembali ketauladanan Rasulullah terutama bagi kalangan milenial.
“Dalam hal ini banyak manfaat dari beliau Muhammad SAW. Karena beliaulah sebagai panutan dan syafaat di hari kemudian sehingga setiap hari kelahirannya kita peringati sebagai bentuk kebahagiaan kita sebagai umat islam. Sebagai panutan dan sebagai syafaat bagi kita umat seluruh manusia,” kata Zohrah Latuconsina.
Saat ini, kata Latuconsina penting untuk kembali meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad. Terlebih, pengaruh modernisasi saat ini dinilai telah banyak menggerus nilai-nilai moral dan etika ketimuran bangsa Indonesia.
“Dalam kondisi kekinian, tentu penting agar meneladani sifat-sifat nabi. Teladan bagi anak-anak muda bagi generasi lanjut, seluruh umat manusia karena Nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin, rahmat untuk seluruh manusia,” tutupnya.
(red/fajar)




