Selain itu, apa yang dilakukan Murad juga dinilai sebagai penghinaan kepada semua perempuan di Maluku.
“Dan ironisnya ini disampaikan di saat bangsa Indonesia sedang merayakan Hari Ibu,” katanya.
Sementara Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Kota Ambon Tajuddin Buano mengatakan, Gubernur Maluku itu seharusnya mengadu ke Dewan Pers jika ada berita yang dinilai merugikan.
Aksi yang juga tak kalah menghebohkan dilakukan Murad terhadap seorang perempuan yang diketahui merupakan seorang protokoler istana.
Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi 39 detik itu pun viral di media sosial pada Mei 2021 lalu.
Terungkap peristiwa itu terjadi ketika protokoler istana tersebut sempat menghalangi laju mobil Murad dalam iring-iringan Presiden Joko Widodo.
Diketahui kedatangan Jokowi adalah untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Ambon dan menemui korban gempa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Dalam video tersebut, tampak Murad mengamuk kepada seorang perempuan berkacamata diketahui seorang protokol istana di tengah antrean panjang rombongan iring-iringan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut berada di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.
“Kamu siapa, bodok, bikin marah-marah, enggak boleh. Ini pejabat daerah,” kata Murad terus memarahi perempuan itu sambil berjalan meninggalkan perempuan itu, dengan nada tinggi.









