“Pasukan dan sekutu di wilayah tersebut telah diinstruksikan untuk bertindak dengan hati-hati karena [rezim] merasakan ancaman eksistensial dengan kembalinya Trump,” kata pejabat Iran tersebut.
“Di Irak dan Yaman, pasukan telah diberitahu untuk tidak menargetkan aset Amerika mana pun, dan jika mereka melakukannya, mereka secara tegas diperingatkan agar tidak menggunakan senjata Iran,” ujarnya.
“Mereka telah diberitahu untuk mempertahankan posisi defensif untuk sementara waktu dan untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat memprovokasi Amerika,” paparnya.
sumber: sindonews









