Pertamina Akui Aset Blok Masela Strategis, Tapi Tak Mudah

oleh -267 views
Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan rencana PT Pertamina (Persero) untuk masuk ke dalam pengelolaan Blok Masela semakin dekat, melalui pengambilalihan 35% hak partisipasi Shell di blok ini.

Bahkan, perusahaan migas pelat merah ini akan mengajukan proposal penawaran pada bulan April mendatang.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu kepastian Pertamina dan konsorsium barunya untuk menggantikan posisi Shell di Blok Masela. Ditambah diskusi mengenai masuknya fasilitas Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di proyek jumbo tersebut.

“Peralihan operatorship itu kan Pertamina baru akan menyampaikan proposalnya di bulan April, tapi lepas dari itu diskusi mengenai projectnya jalan terus khususnya karena masuknya CCUS ya,” ujar Dwi saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Selasa (21/2/2023).

Perlu diketahui, proyek gas raksasa senilai US$ 19,8 miliar atau sekitar Rp 285 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$) ini ditargetkan memproduksi 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa) dan gas pipa 150 MMSCFD, serta 35.000 barel minyak per hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.