Pemerintah Pacu Blok Masela, Penyelesaian FEED Paling Lambat Akhir 2026

oleh -108 views
Pemerintah menargetkan penyelesaian FEED paling lambat akhir tahun 2026, sesuai arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah melalui SKK Migas terus mempercepat pengembangan Blok Masela sekaligus mengalihkan seluruh minyak mentah bagian kontraktor ke kilang dalam negeri sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dalam laporannya Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa seluruh minyak mentah bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kini telah dikonfirmasi untuk dijual ke kilang milik Pertamina.

Kebijakan tersebut merujuk pada Surat SKK Migas Nomor 0197/SKK/2026 tertanggal 17 Maret 2026, yang dijalankan dengan prinsip “no gain no loss”.

Prioritas Energi Dalam Negeri

Djoko menjelaskan, kebijakan ini memungkinkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk menarik kembali rekomendasi ekspor minyak mentah yang sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Perdagangan.

Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memprioritaskan kebutuhan energi domestik sekaligus meningkatkan utilisasi kilang nasional.

Baca Juga  Miliki Ganja 58,78 Gram, Warga Ambon Divonis 5 Tahun Penjara

“Seluruh minyak mentah bagian KKKS sudah dikonfirmasi untuk dijual ke kilang dalam negeri, sehingga rekomendasi ekspor dapat ditarik kembali,” ungkap Djoko.

Selain memperkuat pasokan dalam negeri, kebijakan ini juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor serta menjaga stabilitas energi nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.