Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah melalui SKK Migas terus mempercepat pengembangan Blok Masela sekaligus mengalihkan seluruh minyak mentah bagian kontraktor ke kilang dalam negeri sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dalam laporannya Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa seluruh minyak mentah bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kini telah dikonfirmasi untuk dijual ke kilang milik Pertamina.
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat SKK Migas Nomor 0197/SKK/2026 tertanggal 17 Maret 2026, yang dijalankan dengan prinsip “no gain no loss”.
Prioritas Energi Dalam Negeri
Djoko menjelaskan, kebijakan ini memungkinkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk menarik kembali rekomendasi ekspor minyak mentah yang sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Perdagangan.
Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memprioritaskan kebutuhan energi domestik sekaligus meningkatkan utilisasi kilang nasional.
“Seluruh minyak mentah bagian KKKS sudah dikonfirmasi untuk dijual ke kilang dalam negeri, sehingga rekomendasi ekspor dapat ditarik kembali,” ungkap Djoko.
Selain memperkuat pasokan dalam negeri, kebijakan ini juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor serta menjaga stabilitas energi nasional.









