Ia menekankan pentingnya televisi menghadirkan konten yang relevan, menarik, dan dekat dengan kehidupan audiens masa kini, sebagai salah satu antisipasi gelombang PHK massal di industri media.
“Atau mereka juga, pemilik perusahaan ini juga melakukan ini program-program yang lebih eye catching lah, yang lebih dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, Trubus juga menyoroti karakter generasi muda saat ini yang lebih menyukai pekerjaan di sektor informal dan cenderung terlibat dalam aktivitas inovatif yang erat dengan dunia digital.
“Mereka generasi sekarang lebih suka bekerja di tingkat informal. Jadi mereka lebih suka kerja, lebih sibuk dengan aktivitasnya yang kaitan dengan ini, inovasi ya. Apalagi yang sekarang era disruptif, itu kan era informasi,” jelasnya.
Menurutnya, jika ingin bertahan, televisi harus ikut berubah dengan mengikuti tren dan kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z
“Harusnya televisi-televisi itu juga mengikuti inovasi yang ada, terkait gimana. Kemudian gen Z, anak-anak muda sekarang sukanya tontonannya apa,” pungkasnya terkait fenomena PHK massal di industri media.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









