PKS: Program Hilirisasi Nikel Hanya Untungkan Asing

oleh -42 views

“Prinsip ini juga harus dilaksanakan oleh pemerintah saat bermitra dengan China termasuk yang terkait dengan hilirisasi nikel ini,” ujar Mulyanto.

Wakil Ketua Faksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini menilai sebenarnya hilirisasi nikel ini adalah program sangat bagus. Harapannya Indonesia dapat mengekspor barang jadi dengan nilai tambah tinggi.

Dengan demikian, penerimaan Negara akan meningkat. Selain itu dengan pengoperasian industri smelter ini dapat diserap banyak tenaga kerja lokal.

Namun kenyataan hilirisasi yang terjadi masih menghasilkan nilai tambah yang rendah. Sebanyak 80 persen produk yang dihasilkan industri smelter nasional baru sebatas bahan setengah jadi berupa feronikel yang berkadar rendah (NPI). Sementara hasil pengolahan berupa stainless steel (SS) hanya 20 persen.

Hingga kini bahan nikel murni untuk industri baterai belum ada. Karena itu nilai tambah industri smelter ini hanya mencapai 3-4 kali dari bahan mentahnya. Tidak sebesar 19 kali sebagaimana yang dijanjikan Pemerintah.

Baca Juga  Lantik Tiga Pejabat Baru, Bupati Haltim Tegaskan Pengisian Jabatan Berbasis Meritokrasi

“Tadinya kita berharap Tesla memilih tambang di Indonesia untuk industri baterai mereka, karena cadangan nikel kita yang besar dan harga yang relative murah. Namun faktanya, berdasarkan hitung-hitungan bisnis riil, mereka lebih memilih mitra tambang nikel di Australia ketimbang kita,” katanya. (red)